Peresmian/Pendatanganan MoU

Nota Kesepahaman antara SMKN 1 MUARA UYA dan Desa wilayah Kecamatan Muara Uya, Kamis, 22 September 2022

Foto Acara Perpisahan

Siswa-Siswi SMKN 1 MUARA UYA Tahun 2021/2022

Wednesday, 13 May 2026

Dari Sekolah Menuju Masa Depan: SMKN 1 Muara Uya Kukuhkan 171 Wisudawan

Perpisahan dan pengukuhan siswa kelas XII SMKN 1 Muara Uya tahun 2026 berlangsung penuh khidmat dan haru. Mengusung tema “Menggenggam Masa Depan, Memperluas Harapan”, kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 tersebut bertempat di halaman depan sekolah dan diikuti oleh 171 siswa beserta orang tua dan tamu undangan. Suasana pagi itu terasa istimewa. Barisan wisudawan tampil rapi dan penuh kebanggaan, sementara para orang tua tampak tak mampu menyembunyikan rasa haru melihat anak-anak mereka berada di titik akhir perjuangan selama tiga tahun di bangku sekolah menengah kejuruan.

Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada siswa, orang tua, serta seluruh guru apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan maupun tekanan dalam pembelajaran. Menurutnya, semua proses tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan siswa menghadapi kehidupan nyata. “Ibarat sebuah irisan bilangan, perjalanan kalian di sekolah ini baru menempuh 1/3 bagian. Masih ada 2/3 perjalanan lagi yang harus dijalani di luar sana tanpa kehadiran guru secara langsung.
Tantangannya tentu akan jauh lebih berat,” ujarnya. Ia pun memberi penekanan agar para lulusan tidak mudah menyerah menghadapi kerasnya persaingan kehidupan. Menurutnya, berhenti di tengah jalan hanya akan membuat seseorang tertinggal dan tergilas oleh keadaan. “Kesuksesan itu ada di ujung jalan. Karena itu teruslah berjalan,” pesannya dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi salah satu wisudawan yang berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional, sebagai bukti bahwa siswa SMKN 1 Muara Uya mampu bersaing dan menunjukkan kualitas di tingkat yang lebih tinggi. Tak lupa, ia memperkenalkan berbagai program unggulan sekolah yang selama ini menjadi ciri khas pembentukan karakter siswa. Program Sarapan Pagi menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kesiapan fisik, konsentrasi belajar serta dukungan emosional (psikologis) siswa sebelum memulai pembelajaran. Program Si Merah hadir sebagai gerakan membangun budaya disiplin, kepedulian, dan semangat literasi di lingkungan sekolah. Sementara Gergaji KAIH menjadi simbol penguatan karakter siswa agar memiliki sikap kerja keras, adaptif, inovatif, dan humanis dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat dengan landasan agama. Seluruh program tersebut dirancang bukan hanya untuk mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial.
Motivasi juga disampaikan oleh Camat Muara Uya, Camat Muara Uya, yang hadir langsung dari atas panggung untuk memberikan pesan kepada para wisudawan. Ia menekankan tiga hal penting kepada lulusan SMKN 1 Muara Uya. Pertama, para lulusan diharapkan menjadi generasi BMW, yakni mampu Bekerja, Melanjutkan Kuliah, dan Wirausaha dengan memanfaatkan ilmu serta keterampilan yang telah diperoleh selama belajar di sekolah. Kedua, ia mengingatkan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater dan wilayah Muara Uya di mana pun berada. Ketiga, para siswa diminta untuk tidak melupakan jasa guru dan orang tua yang telah membersamai proses pendidikan mereka hingga sampai di titik kelulusan.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua bahwa tugas mendidik anak belum selesai meski mereka telah lulus sekolah. “Tunjukkan jalan kesuksesan, jaga agar mereka tidak terjerumus,” tutupnya. Senada dengan itu, Kapolsek Muara Uya, memberikan motivasi kepada wisudawan. Ia menekankan pentingnya integritas, kerendahan hati, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja. Menurutnya, lulusan SMKN 1 Muara Uya tidak cukup hanya memiliki keterampilan, tetapi juga harus mampu menempatkan diri pada posisi orang lain, menghargai sesama, dan menjaga sikap di mana pun berada. Puncak acara berlangsung sangat mengharukan saat prosesi pengukuhan dan pengalungan medali oleh orang tua kepada anak-anak mereka. Secara bersamaan wisudawan menghadap orang tuanya. Dengan mata berkaca-kaca, para ayah dan ibu mengalungkan medali kelulusan sambil memeluk anak mereka erat. Tak sedikit yang menundukkan kepala menahan tangis. Beberapa siswa tampak mencium tangan orang tuanya sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih atas perjuangan yang telah dilalui bersama. Momen tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan seorang anak tidak pernah lepas dari doa, pengorbanan, dan cinta orang tua. Suasana haru semakin terasa ketika para guru turut menyaksikan anak didik mereka berdiri tegak sebagai lulusan yang siap menapaki masa depan. Tepuk tangan panjang dari seluruh hadirin mengiringi prosesi tersebut, menciptakan kenangan yang akan selalu membekas di hati seluruh peserta. Sebagai penutup, Hasanudin selaku perwakilan orang tua menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru dan pihak sekolah atas dedikasi selama mendidik anak-anak mereka. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menitipkan anak di sekolah terdapat kesalahan maupun kekurangan dari pihak orang tua. Dalam pesannya kepada wisudawan, ia menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap diri sendiri setelah lulus sekolah. “Hari ini kalian dilepas bukan berarti selesai, tetapi baru memulai perjalanan hidup yang sesungguhnya. Bertanggung jawablah atas diri kalian sendiri,” pesannya penuh makna. (Choy/Tim Media)

memorable moments of the inauguration and farewell activities of class XII SMKN 1 Muara Uya

Tuesday, 12 May 2026

Khotmil Qur’an Siswa Kelas XII, Menutup Masa Belajar dengan Cahaya Al-Qur’an

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kegiatan Khotmil Qur’an siswa kelas XII yang dilaksanakan hari ini, Selasa, 12 Mei 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perpisahan siswa. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan belajar para siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Khotmil Qur’an diikuti oleh seluruh siswa kelas XII bersama dewan guru dan tenaga kependidikan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara bersama-sama menghadirkan suasana religius yang menenangkan serta memperkuat nilai-nilai keimanan sebelum para siswa melangkah menuju kehidupan berikutnya. "Ramadhan yang "sakral" seperti itu tidak membuat saya terketuk hatinya untuk mengaji, tapi mendengar teman-teman melantunkan ayat Al-Qur'an tidak terasa mata saya berkaca-kaca" Tutur M. Ilmi Ramadhan siswa kelas XII TKR Kepada Tim Media Sekolah. Dalam kegiatan tersebut, Rita Herlina Kepala SMKN 1 Muara Uya juga menyampaikan berbagai pesan dan nasihat Al-Qur’an kepada para siswa. Pesan tersebut di antaranya mengajak para siswa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, semangat menuntut ilmu, berakhlak mulia, jujur, amanah, serta terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. Pihak sekolah menyampaikan bahwa khotmil Qur’an bukan sekadar seremoni penutup masa sekolah, tetapi menjadi pengingat agar para siswa tetap dekat dengan Al-Qur’an di mana pun berada. Ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki diharapkan berjalan beriringan dengan akhlak dan nilai spiritual yang kuat. “Khattam Al-Qur’an bukan akhir dari membaca Al-Qur’an, tetapi awal untuk semakin mencintai dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya sembari mengaitkan dengan visi sekolah yang termaktub dalam akronim SMART (Santun, Mandiri, Adaptif, Religius dan Terampil) Melalui kegiatan ini, sekolah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter Qur’ani, berintegritas, serta siap menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan dunia kerja. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh siswa kelas XII diberikan kemudahan dalam melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, serta meraih masa depan yang penuh keberkahan.

Tuesday, 14 April 2026

Hasil Seleksi Calon Siswa Baru TAB 2026

Hasil seleksi ini bukan penentu masa depan, melainkan salah satu langkah dalam perjalanan panjang kalian. Yang diterima, buktikan bahwa kalian layak, dapat bekerja keras dan disiplin tinggi. Yang belum, bangkitlah karena kegagalan hari ini bisa menjadi bahan bakar untuk keberhasilan yang lebih besar di masa depan



Klik disini untuk melihat/download hasil tes calon siswa TAB 2026
 

Saturday, 28 February 2026

Iman sebagai Landasan, Pesantren Ramadhan SMKN 1 Muara Uya Perkuat Karakter Siswa


SMKN 1 Muara Uya kembali menghadirkan suasana religius dan penuh khidmat melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin, 23 Februari hingga Jumat, 27 Februari 2006. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun karakter spiritual siswa dengan menjadikan iman sebagai fondasi utama dalam beragama.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala SMKN 1 Muara Uya mengajak seluruh siswa untuk tidak sekadar menjalankan ibadah secara formalitas, tetapi benar-benar menanamkan iman sebagai landasan dalam setiap sikap dan perilaku. “Jadikan iman sebagai dasar dalam beragama, sehingga setiap tindakan kita memiliki nilai dan arah,” pesannya di hadapan para peserta yang memenuhi aula sekolah.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Masrani, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada siswa karena pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergiliran setiap hari. Hal ini menyebabkan tidak semua kelas dapat mengikuti kegiatan secara bersamaan. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan, kegiatan seharusnya dilaksanakan selama tiga hari. Namun, demi efektivitas kegiatan dan mempertimbangkan kapasitas aula sekolah, panitia menyesuaikan teknis pelaksanaan dengan sistem bergiliran.

Berdasarkan pantauan di aula, kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dengan rangkaian ibadah yang tertib dan khusyuk. Acara diawali dengan Sholat Dhuha dan Sholat Hajat, dilanjutkan pembacaan Yasin dan tahlil, kemudian tadarus Al-Qur’an hingga pukul 10.00 WITA. Setelah istirahat selama 15 menit, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi keagamaan yang disesuaikan dengan jenjang kelas.

Untuk siswa kelas XII, materi difokuskan pada pernikahan sebagai bekal pemahaman menuju fase kehidupan berikutnya. Kelas XI mendapatkan materi tentang resilience atau ketangguhan serta pentingnya bakti kepada orang tua. Adapun kelas X dibekali materi thaharah (bersuci) sebagai dasar ibadah, serta penguatan nilai bakti kepada orang tua.

Rangkaian Pesantren Ramadhan ditutup pada Jumat, 27 Februari 2006. Dalam sambutan penutupan, Kepala SMKN 1 Muara Uya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta para narasumber atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan kemudian diakhiri dengan tradisi saling berjabat tangan antara siswa dan guru, menciptakan suasana haru dan kebersamaan yang mempererat silaturahmi keluarga besar sekolah.

Pesantren Ramadhan tahun ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter yang meneguhkan nilai iman, ketangguhan, serta penghormatan kepada orang tua sebagai bagian dari jati diri siswa SMKN 1 Muara Uya.








Namun, penutupan tahun ini terasa berbeda. Di akhir kegiatan, keluarga besar sekolah juga melepas salah satu guru terbaiknya, Lia Wahyuliningtyas, yang telah mengabdi lebih dari 12 tahun di SMKN 1 Muara Uya. Selama bertugas, beliau menempuh perjalanan kurang lebih 120 kilometer pulang-pergi setiap hari. Sebuah dedikasi luar biasa yang tidak ringan. Dalam perjalanan panjang pengabdiannya, beliau tercatat lima kali mengalami kecelakaan dan dua kali mengalami keguguran.

Jumat, 27 Februari menjadi hari terakhir beliau bertugas di SMKN 1 Muara Uya sebelum memulai pengabdian baru di SMKN 1 Tanjung. Mutasi ini bukan sekadar perpindahan tempat kerja, tetapi impian yang terwujud sekaligus keputusan humanis dari kepala sekolah yang memberikan izin mutasi demi keselamatan dan keberlangsungan kehidupan beliau.

Suasana haru menyelimuti aula saat kata pamit disampaikan. Air mata, pelukan, dan doa mengiringi langkah beliau menuju babak baru pengabdian. Pesantren Ramadhan tahun ini pun menjadi semakin bermakna: bukan hanya tentang penguatan iman bagi siswa, tetapi juga tentang keteladanan pengorbanan, ketangguhan, dan kemanusiaan yang nyata di hadapan seluruh keluarga besar SMKN 1 Muara Uya. (Tim Jurnalistik Sekolah)












Tuesday, 27 January 2026

Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW SMKN 1 Muara Uya Perkuat Spiritualitas, Membentuk Karakter dan Disiplin Pelajar

 

Muara Uya, 15 Januari 2026. Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Aula SMKN 1 Muara Uya pada Kamis (15/1/2026) dalam kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru, staf tata usaha, serta para siswa dari berbagai jurusan.


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan shalawat yang dipimpin oleh grup Habsy Sekolah Nuansa kebersamaan begitu terasa saat seluruh peserta bersama-sama mengumandangkan pujian kepada Rasulullah SAW.


Kepala SMKN 1 Muara Uya dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.


“Isra' Mi'raj Nabi Muhammad harus menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya para pelajar, bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi aula sekolah.


Sementara itu, dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Mansyur dari Lumbang ditekankan pentingnya membangun spiritualitas sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan shalat sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar kewajiban.


“Shalat bukan hanya gerakan ritual, tetapi latihan kedisiplinan dan pembentuk karakter. Dari shalat yang terjaga, akan lahir perilaku yang lebih baik dalam pergaulan, belajar, dan menghormati orang tua serta guru,” tuturnya.


Ia juga mengingatkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW tercermin dalam sikap jujur, amanah, dan tanggung jawab, nilai-nilai yang sangat relevan bagi pelajar SMK yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.


Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir acara. Beberapa di antaranya mengaku termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin dan memperbaiki ibadah setelah mengikuti peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad tersebut.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan semangat meneladani Rasulullah SAW dapat terus tumbuh dalam lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari budaya positif di SMKN 1 Muara Uya.









Saturday, 24 January 2026

Natal Perdana di SMKN 1 Muara Uya: Momen Penguatan Iman, Karakter, dan Toleransi




Perayaan Natal di SMKN 1 Muara Uya tahun ini, Kamis 15 Januari 2026 menjadi momen yang istimewa. Untuk pertama kalinya, sekolah tersebut menggelar perayaan Natal bersama dalam suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam keberagaman.


Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang terinspirasi dari Matius 1:21–24, perayaan ini menegaskan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai kabar keselamatan, pengharapan, dan pemulihan — tidak hanya bagi pribadi, tetapi juga bagi setiap keluarga. Tema tersebut diperdalam melalui subtema “Tuhan Yesus Hadir Memulihkan Keluarga dan Membentuk Karakter Pelajar yang Bertanggung Jawab.”


Firman Tuhan dalam perayaan Natal ini disampaikan oleh Pendeta Vinisia dari Gereja Maranatha Mangkupum. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa kehadiran Yesus membawa pemulihan yang nyata di tengah keluarga, sekaligus menjadi dasar pembentukan karakter anak-anak muda. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama menumbuhkan kasih, pengampunan, dan tanggung jawab, yang kemudian tercermin dalam kehidupan mereka sebagai pelajar.


Dalam rangkaian acara, para siswa diajak merefleksikan bahwa keluarga merupakan tempat pertama pembentukan iman dan karakter. Kehadiran Kristus dalam kehidupan keluarga diyakini menumbuhkan kasih, pengampunan, serta tanggung jawab yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan para pelajar.


Nilai-nilai Natal juga dikaitkan langsung dengan kehidupan siswa sehari-hari. Para pelajar diajak untuk hidup lebih disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta bertanggung jawab dalam belajar, bersikap, dan bertindak, baik di rumah, di sekolah, maupun di tengah masyarakat.


Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Natal perdana ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan sekolah. “Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memupuk toleransi dan memperkuat semangat keberagaman yang sudah terjalin di lingkungan sekolah kita,” ujarnya.


Apresiasi juga datang dari Moh. Khoirul Anwari, Koordinator Penggerak GUSDURian Kabupaten Tabalong sekaligus guru di SMKN 1 Muara Uya. Dalam pesannya kepada para siswa, ia menekankan pentingnya keberanian dalam merawat identitas di tengah keberagaman.


“Saya berharap setelah kegiatan Natal ini, sebagai siswa minoritas, kita tidak perlu lagi malu dengan identitas kita. Mari bersama kita tunjukkan bahwa perbedaan justru membuat dunia menjadi indah,” ungkapnya.


Ia juga membagikan refleksi pribadinya sebagai seorang guru yang pernah menempuh pendidikan pesantren selama enam tahun. “Saya mempunyai kesimpulan bahwa pada dasarnya kita berjalan ke arah yang sama, yaitu menghadap Tuhan. Hanya jalan dan caranya saja yang berbeda,” tambahnya.


Perayaan Natal ini diharapkan menjadi acara seremonial, dan juga ruang pembelajaran nilai kehidupan. Semangat kasih, tanggung jawab, dan toleransi. Dalam kegiatan ini diharapkan terus tumbuh dalam keseharian siswa SMKN 1 Muara Uya, membentuk generasi pelajar yang berkarakter, berprestasi, dan mampu menjadi berkat bagi sesama di tengah keberagaman.









PKKS SMKN 1 Muara Uya: Kepemimpinan Kolaboratif Berbuah Predikat “Sangat Baik”



SMKN 1 Muara Uya melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) pada Selasa, 20 Januari 2026 bertempat di aula sekolah yang baru saja selesai direhabilitasi. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam upaya menjamin mutu pendidikan melalui evaluasi kinerja kepala sekolah secara menyeluruh.


PKKS bertujuan untuk mengevaluasi, mengukur, dan meningkatkan profesionalisme kepala sekolah dalam aspek manajemen sekolah, supervisi akademik, kewirausahaan, serta kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas pengelolaan pendidikan sekaligus menjamin lulusan yang kompeten dan sesuai standar.


Dalam pelaksanaannya, Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, menerapkan gaya kepemimpinan kolaboratif dengan mendistribusikan kewenangan kepada tim yang telah dibentuk. Langkah ini tidak hanya mempermudah koordinasi selama proses penilaian, tetapi juga menjadi wadah kaderisasi bagi para guru untuk belajar memimpin secara egaliter dan bertanggung jawab.


"Pendistribusian tugas ini memudahkan kami selaku asesor untuk menemukan bukti administrasi bahwa selama ini program yang disusun berjalan dengan baik, sehingga layak mendapatkan predikat ‘Sangat Baik’,” ujar Norhasanah, Pengawas Pembina sekaligus salah satu asesor dalam kegiatan ini, yang juga baru saja menyelesaikan pendidikan doktoralnya (S3).


Hal senada juga disampaikan oleh M. Saberi selaku Asesor 1 dalam sesi penutupan kegiatan. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang memberdayakan tim, bukan berpusat pada satu orang saja/One Man Show. “Pola kepemimpinan yang terlalu terpusat pada satu individu berpotensi membatasi ruang berkembangnya potensi guru. Selain itu, hal tersebut juga dapat tanpa disadari menumbuhkan sikap individualistis dalam lingkungan kerja. Karena itu, kepemimpinan kolaboratif seperti yang kami lihat hari ini menjadi contoh baik dalam membangun budaya kerja yang saling menguatkan,” ungkapnya.


Dampak positif dari gaya kepemimpinan tersebut juga dirasakan oleh jajaran guru. Wahid Nurmawan, Kepala Program Keahlian Otomotif, menilai bahwa pola kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah turut memengaruhi cara ia memimpin timnya.


Menurutnya, kepemimpinan bukanlah tentang bekerja sendiri, melainkan membangun kekuatan bersama dalam tim. Semangat kebersamaan inilah yang terus ditumbuhkan di lingkungan SMKN 1 Muara Uya.


Melalui pelaksanaan PKKS ini, SMKN 1 Muara Uya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola sekolah, memperkuat budaya kerja kolaboratif, serta menghadirkan pendidikan kejuruan yang bermutu bagi seluruh peserta didik.








 

Mewujudkan SMK yang Menghasilkan Lulusan SMART, Mampu Membangun Desa Serta Berdaya Saing di Era Society 5.0