Peresmian/Pendatanganan MoU

Nota Kesepahaman antara SMKN 1 MUARA UYA dan Desa wilayah Kecamatan Muara Uya, Kamis, 22 September 2022

Foto Acara Perpisahan

Siswa-Siswi SMKN 1 MUARA UYA Tahun 2021/2022

Tuesday, 27 January 2026

Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW SMKN 1 Muara Uya Perkuat Spiritualitas, Membentuk Karakter dan Disiplin Pelajar

 

Muara Uya, 15 Januari 2026. Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Aula SMKN 1 Muara Uya pada Kamis (15/1/2026) dalam kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru, staf tata usaha, serta para siswa dari berbagai jurusan.


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan shalawat yang dipimpin oleh grup Habsy Sekolah Nuansa kebersamaan begitu terasa saat seluruh peserta bersama-sama mengumandangkan pujian kepada Rasulullah SAW.


Kepala SMKN 1 Muara Uya dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum penting untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.


“Isra' Mi'raj Nabi Muhammad harus menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya para pelajar, bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” ujarnya di hadapan peserta yang memenuhi aula sekolah.


Sementara itu, dalam tausiyah yang disampaikan oleh Ust. Mansyur dari Lumbang ditekankan pentingnya membangun spiritualitas sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan shalat sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar kewajiban.


“Shalat bukan hanya gerakan ritual, tetapi latihan kedisiplinan dan pembentuk karakter. Dari shalat yang terjaga, akan lahir perilaku yang lebih baik dalam pergaulan, belajar, dan menghormati orang tua serta guru,” tuturnya.


Ia juga mengingatkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW tercermin dalam sikap jujur, amanah, dan tanggung jawab, nilai-nilai yang sangat relevan bagi pelajar SMK yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.


Para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir acara. Beberapa di antaranya mengaku termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin dan memperbaiki ibadah setelah mengikuti peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad tersebut.


Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan semangat meneladani Rasulullah SAW dapat terus tumbuh dalam lingkungan sekolah dan menjadi bagian dari budaya positif di SMKN 1 Muara Uya.









Saturday, 24 January 2026

Natal Perdana di SMKN 1 Muara Uya: Momen Penguatan Iman, Karakter, dan Toleransi




Perayaan Natal di SMKN 1 Muara Uya tahun ini, Kamis 15 Januari 2026 menjadi momen yang istimewa. Untuk pertama kalinya, sekolah tersebut menggelar perayaan Natal bersama dalam suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam keberagaman.


Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang terinspirasi dari Matius 1:21–24, perayaan ini menegaskan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai kabar keselamatan, pengharapan, dan pemulihan — tidak hanya bagi pribadi, tetapi juga bagi setiap keluarga. Tema tersebut diperdalam melalui subtema “Tuhan Yesus Hadir Memulihkan Keluarga dan Membentuk Karakter Pelajar yang Bertanggung Jawab.”


Firman Tuhan dalam perayaan Natal ini disampaikan oleh Pendeta Vinisia dari Gereja Maranatha Mangkupum. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa kehadiran Yesus membawa pemulihan yang nyata di tengah keluarga, sekaligus menjadi dasar pembentukan karakter anak-anak muda. Ia mengajak para siswa untuk menjadikan keluarga sebagai tempat pertama menumbuhkan kasih, pengampunan, dan tanggung jawab, yang kemudian tercermin dalam kehidupan mereka sebagai pelajar.


Dalam rangkaian acara, para siswa diajak merefleksikan bahwa keluarga merupakan tempat pertama pembentukan iman dan karakter. Kehadiran Kristus dalam kehidupan keluarga diyakini menumbuhkan kasih, pengampunan, serta tanggung jawab yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan para pelajar.


Nilai-nilai Natal juga dikaitkan langsung dengan kehidupan siswa sehari-hari. Para pelajar diajak untuk hidup lebih disiplin, menghormati orang tua dan guru, serta bertanggung jawab dalam belajar, bersikap, dan bertindak, baik di rumah, di sekolah, maupun di tengah masyarakat.


Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Natal perdana ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan sekolah. “Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memupuk toleransi dan memperkuat semangat keberagaman yang sudah terjalin di lingkungan sekolah kita,” ujarnya.


Apresiasi juga datang dari Moh. Khoirul Anwari, Koordinator Penggerak GUSDURian Kabupaten Tabalong sekaligus guru di SMKN 1 Muara Uya. Dalam pesannya kepada para siswa, ia menekankan pentingnya keberanian dalam merawat identitas di tengah keberagaman.


“Saya berharap setelah kegiatan Natal ini, sebagai siswa minoritas, kita tidak perlu lagi malu dengan identitas kita. Mari bersama kita tunjukkan bahwa perbedaan justru membuat dunia menjadi indah,” ungkapnya.


Ia juga membagikan refleksi pribadinya sebagai seorang guru yang pernah menempuh pendidikan pesantren selama enam tahun. “Saya mempunyai kesimpulan bahwa pada dasarnya kita berjalan ke arah yang sama, yaitu menghadap Tuhan. Hanya jalan dan caranya saja yang berbeda,” tambahnya.


Perayaan Natal ini diharapkan menjadi acara seremonial, dan juga ruang pembelajaran nilai kehidupan. Semangat kasih, tanggung jawab, dan toleransi. Dalam kegiatan ini diharapkan terus tumbuh dalam keseharian siswa SMKN 1 Muara Uya, membentuk generasi pelajar yang berkarakter, berprestasi, dan mampu menjadi berkat bagi sesama di tengah keberagaman.









PKKS SMKN 1 Muara Uya: Kepemimpinan Kolaboratif Berbuah Predikat “Sangat Baik”



SMKN 1 Muara Uya melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) pada Selasa, 20 Januari 2026 bertempat di aula sekolah yang baru saja selesai direhabilitasi. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam upaya menjamin mutu pendidikan melalui evaluasi kinerja kepala sekolah secara menyeluruh.


PKKS bertujuan untuk mengevaluasi, mengukur, dan meningkatkan profesionalisme kepala sekolah dalam aspek manajemen sekolah, supervisi akademik, kewirausahaan, serta kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas pengelolaan pendidikan sekaligus menjamin lulusan yang kompeten dan sesuai standar.


Dalam pelaksanaannya, Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, menerapkan gaya kepemimpinan kolaboratif dengan mendistribusikan kewenangan kepada tim yang telah dibentuk. Langkah ini tidak hanya mempermudah koordinasi selama proses penilaian, tetapi juga menjadi wadah kaderisasi bagi para guru untuk belajar memimpin secara egaliter dan bertanggung jawab.


"Pendistribusian tugas ini memudahkan kami selaku asesor untuk menemukan bukti administrasi bahwa selama ini program yang disusun berjalan dengan baik, sehingga layak mendapatkan predikat ‘Sangat Baik’,” ujar Norhasanah, Pengawas Pembina sekaligus salah satu asesor dalam kegiatan ini, yang juga baru saja menyelesaikan pendidikan doktoralnya (S3).


Hal senada juga disampaikan oleh M. Saberi selaku Asesor 1 dalam sesi penutupan kegiatan. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang memberdayakan tim, bukan berpusat pada satu orang saja/One Man Show. “Pola kepemimpinan yang terlalu terpusat pada satu individu berpotensi membatasi ruang berkembangnya potensi guru. Selain itu, hal tersebut juga dapat tanpa disadari menumbuhkan sikap individualistis dalam lingkungan kerja. Karena itu, kepemimpinan kolaboratif seperti yang kami lihat hari ini menjadi contoh baik dalam membangun budaya kerja yang saling menguatkan,” ungkapnya.


Dampak positif dari gaya kepemimpinan tersebut juga dirasakan oleh jajaran guru. Wahid Nurmawan, Kepala Program Keahlian Otomotif, menilai bahwa pola kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah turut memengaruhi cara ia memimpin timnya.


Menurutnya, kepemimpinan bukanlah tentang bekerja sendiri, melainkan membangun kekuatan bersama dalam tim. Semangat kebersamaan inilah yang terus ditumbuhkan di lingkungan SMKN 1 Muara Uya.


Melalui pelaksanaan PKKS ini, SMKN 1 Muara Uya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola sekolah, memperkuat budaya kerja kolaboratif, serta menghadirkan pendidikan kejuruan yang bermutu bagi seluruh peserta didik.








Saturday, 20 December 2025

HUT ke-20 SMKN 1 Muara Uya: Prestasi Dirayakan, Adab Ditekankan, Karakter Dikuatkan

 



SMKN 1 Muara Uya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 dengan penuh khidmat, semarak, dan makna pendidikan yang kuat. Beragam lomba edukatif dan kompetitif yang melibatkan peserta dari jenjang SD, SMP/MTs hingga siswa internal sekolah menjadi rangkaian perayaan yang berpuncak pada resepsi HUT ke-20, Kamis, 18 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukan semata mengejar kemenangan dan angka, melainkan membentuk karakter. Ia menekankan pentingnya menjadikan adab sebagai ‘panglima’ dalam menuntut ilmu dan menghadapi persaingan di masa depan. Menurutnya, ilmu yang tinggi tanpa adab akan kehilangan arah dan makna.


Resepsi HUT ke-20 ini juga dihadiri Kapolsek Muara Uya yang memberikan sambutan serta himbauan kepada seluruh civitas akademika SMKN 1 Muara Uya agar senantiasa tertib berlalu lintas, bermasyarakat, serta peduli terhadap lingkungan, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan. Dalam pesannya, Kapolsek mengajak seluruh peserta didik meneladani empat sifat Nabi Muhammad SAW, yakni Amanah, Fathonah, Tabligh, dan Siddiq, sebagai role model dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar Pemenang Lomba HUT ke-20 SMKN 1 Muara Uya

1. Lomba Futsal

Peringkat Pemenang

Juara 1 SMPN 1 Muara Uya

Juara 2 MTs Sirajul Huda Marindi

Juara 3 MTs Assa’adah Bongkang

Juara 4 MTsN 7 Tabalong

Top Skor Muhammad Akbar (SMPN 1 Muara Uya)

Pemain Terbaik Majid (MTsN 7 Tabalong)

Kiper Terbaik Dimas Pandan Arum (SMPN 1 Muara Uya)


2. Lomba Cerdas Cermat Tingkat SD

Peringkat Pemenang

Juara 1 SDN 2 Simpung Layung

Juara 2 SDN 1 Bongkang

Juara 3 SDN 1 Pulau Ku’u


3. Lomba Cerdas Cermat SMP/MTs Putra

Peringkat Pemenang

Juara 1 SMPN 1 Jaro

Juara 2 SMPN 2 Muara Uya

Juara 3 MTs Sirajul Huda Marindi

4. Lomba Cerdas Cermat SMP/MTs Putri

Peringkat Pemenang

Juara 1 SMPN 2 Muara Uya

Juara 2 SMPN 6 Muara Uya

Juara 3 MTsN 7 Tabalong

5. Lomba Cerdas Cermat Internal

Peringkat Pemenang

Juara 1 XI AKL

Juara 2 X TAB 3

Juara 3 X AKL

6. Lomba Puisi Tingkat SD

Peringkat Pemenang

Juara 1 Rayyan Zaki Fadilah (SD Negeri 1 Nalui)

Juara 2 Pratama Gita Sucitta (SD Negeri 1 Mangkupum)

Juara 3 Hafiza Azzahra (MI Al Islamiah Bangkar)

7. Lomba Puisi Tingkat SMP/MTs

Peringkat Pemenang

Juara 1 Muhammad Ilmi Ridani (SMPN 1 Jaro)

Juara 2 Pitriyani (SMPN 2 Muara Uya)

Juara 3 Nor Latifah (MTsN 7 Tabalong)

8. Lomba Video Anti Bullying dan Kekerasan

Peringkat Pemenang

Juara 1 X TAB 3

Juara 2 XI RPL

Juara 3 X RPL 1







Sehari setelah resepsi HUT, tepatnya Jumat, 19 Desember 2025, SMKN 1 Muara Uya kembali mengundang orang tua siswa dalam agenda pengambilan rapor semester. Kehadiran orang tua yang memenuhi undangan menjadi potret kuatnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Rita Herlina menyampaikan pesan reflektif bahwa nilai rapor, termasuk peringkat 1, 2, dan 3, sejatinya hanyalah deretan angka. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah proses belajar, kedisiplinan, kejujuran, serta karakter yang tumbuh selama siswa menempuh pendidikan.


Sebagai bentuk apresiasi terhadap proses tersebut, sekolah memberikan penghargaan kepada siswa dengan kehadiran sempurna (0 ketidakhadiran) selama satu semester. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada siswa terbaik dalam Uji Kompetensi Keahlian Otomotif yang meliputi Jurusan Teknik Sepeda Motor (3 siswa), Teknik Kendaraan Ringan (3 siswa), dan Teknik Alat Berat (6 siswa).

Dengan gaya khas Arek Suroboyo dan pesan yang membumi, Khoirul Anwari, yang akrab disapa Pak Choy, saat mengumumkan siswa terbaik Uji Kompetensi menyampaikan, “Penghargaan ini diberikan bukan untuk menjawab ranking piro, tapi untuk menjawab ISO opo?” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghargaan dimaksudkan untuk mengukur kompetensi nyata, bukan sekadar posisi angka di atas kertas.


Melalui peringatan HUT ke-20 ini, SMKN 1 Muara Uya menegaskan komitmennya sebagai satuan pendidikan vokasi yang tidak hanya mengejar prestasi akademik dan kompetensi keahlian, tetapi juga konsisten menanamkan nilai adab, karakter, dan tanggung jawab sosial kepada seluruh peserta didik.







Saturday, 8 November 2025

MEDALI POPNAS XVII, KISAH ALDA ANAK RIMBA MUARA UYA TAKLUKKAN JAKARTA

 



Langit Jakarta yang biasanya berdebu sore itu nampak dingin, tapi suasana di arena atletik PPOP Ragunan justru berdebar. Suara peluit, hentakan kaki, dan sorak penonton berpadu menjadi simfoni semangat muda dari seluruh penjuru negeri. Di tengah riuh itu, seorang gadis berpostur tegap bersiap di garis lempar, Alda Riyani, siswi kelas XII dari SMKN 1 Muara Uya, Kalimantan Selatan, sebuah sekolah yang berada di daerah 3 perbatasan provinsi, Kalseltengtim, jauh berada di tengah Kalimantan.


Lemparan terakhirnya meluncur tajam, membelah udara, dan jatuh di titik 39,66 meter hanya terpaut sedikit dari pesaingnya atlit dari Banten 39.65 meter. Seketika, arena bergemuruh. Tangannya mengepal, senyumnya merekah. Perjuangan panjang berbulan-bulan itu akhirnya terbayar. Medali perak POPNAS XVII resmi menjadi miliknya.


Dari sumber yang diterima tim Jurnalis Sekolah, Juara 1 diraih oleh atlit dari Bangka Belitung dengan lemparan 42 meter.


Alda berlari kecil menuju pelatihnya, Raden Rahmat Soejono dan Bani, yang menyambut dengan pelukan bangga. Tak lupa, sosok Fatmawati dari PASI Kota Banjarmasin yang setia mendampingi sejak awal turut menyeka air mata haru. Di podium, ketika medali perak dikalungkan di lehernya, Alda menunduk sesaat bukan karena kalah, tapi karena rasa syukur yang begitu dalam.


Ketika dihubungi tim Jurnalis Sekolah melalui sambungan telepon, suaranya terdengar bergetar namun tegas.


“Saya bersyukur sekali. Terima kasih untuk semua guru yang tetap mengirimkan materi walau saya sering izin latihan. Terima kasih khusus untuk Ibu Rita (Rita Herlina) yang selalu memberi kesempatan untuk kami berkembang sesuai bakat dan minat,” ujarnya.


Bagi Alda, podium bukanlah akhir, tapi langkah menuju harapan baru. Ia ingin generasi berikutnya dari SMKN 1 Muara Uya berani bermimpi lebih tinggi.


“Saya ingin setelah saya lulus, ada lagi yang melanjutkan jejak ini. Karena kalau kita sungguh-sungguh, asal dari mana pun kita bisa bersaing di level nasional,” katanya seolah mengingatkannya dari mana ia berasal.


Nama Alda bukanlah nama baru di dunia atletik pelajar. Sebelumnya, ia sudah dua kali menghiasi pemberitaan sekolah:

📎 Alda Riyani Kunci Dua Emas di POPDA https://www.smkn1muarauya.sch.id/2025/05/alda-riyani-kunci-dua-emas-di-popda.html?m=1

📎 Kembali Menggila, Alda Sabet Dua Medali  https://www.smkn1muarauya.sch.id/2025/11/kembali-menggila-alda-sabet-dua-medali.html?m=1


Kini, lembar kisah itu bertambah dengan medali perak yang bersinar bukan karena logamnya, tapi karena cerita kerja keras, doa, dan dukungan dari Pemda Kabupaten Tabalong yang akan memberikan beasiswa full selama Kuliah nanti.

Sebuah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang kecil, dan bahwa tekad seorang pelajar dari Muara Uya mampu menembus langit Jakarta. Dari Belantara Nusantara Taklukkan Jakarta. (Tim Jurnalis Sekolah)




Monday, 3 November 2025

LDKS SMKN 1 MUARA UYA: Kawah Candradimuka Pembentukan Karakter, dan Semangat Kemandirian Pemimpin yang Literate

 



Tak ada anggaran, bukan berarti tak ada jalan. Dari kondisi serba terbatas inilah semangat pembentukan karakter siswa SMKN 1 Muara Uya menemukan bentuk nyatanya. Adalah kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang menjadi panggung pembuktian, bahwa karakter pemimpin tak dibentuk oleh kemewahan fasilitas, melainkan oleh keberanian menghadapi keterbatasan.

 

Cerita bermula ketika pengurus OSIS periode 2024–2025 lalai menyusun rancangan kegiatan tahunan. Akibatnya, program LDKS tidak masuk dalam RKAS dan tak memiliki anggaran. Namun Kepala SMKN 1 Muara Uya, Rita Herlina, yang dikenal tegas dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa, tak ingin hal itu menjadi alasan untuk berhenti.

 

“LDKS ini bukan sekadar acara. Ini kawah candradimuka tempat kalian ditempa menjadi pemimpin sejati. Kalian harus belajar bertanggung jawab atas kelalaian dan keputusan sendiri,” ujarnya lantang, sambil memberikan dana pribadi sebagai pemantik agar kegiatan tetap terlaksana.

 

Dari semangat itulah OSIS belajar arti tanggung jawab. Mereka bergerak, berunding, mencari solusi, hingga akhirnya menggandeng PT United Tractors melalui program CSR TUTI (Tebar Buku Tuai Ilmu, satu dari 5 pilar CSR) dan TBM Rumah Buku Alam Jaro sebagai mitra kegiatan.

 

Perjalanan mencari dukungan itu menjadi pelajaran berharga bagi pengurus OSIS: karakter pemimpin bukan dibentuk oleh jabatan, tapi oleh proses jatuh-bangun mencari jalan.

“Kami belajar untuk tidak mudah menyerah. Ternyata, menjadi pemimpin berarti siap menghadapi masalah dan mencari solusi,” tutur Riska Rahmawati, Sekretaris OSIS, dengan mata berbinar mengenang proses panjang itu.

 

Kegiatan yang digelar selama dua hari satu malam dan diikuti oleh 20 peserta terpilih itu bukan sekadar pelatihan teknis organisasi. Di setiap sesi, peserta diajak memahami nilai-nilai dasar kepemimpinan, kemandirian, dan kejujuran berpikir.

 



Muziza Arizatannor, pembina OSIS sekaligus pemateri, menekankan pentingnya tanggung jawab dan perencanaan. “Pemimpin tidak lahir dari kenyamanan. Kalian harus belajar merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi setiap langkah organisasi. Itulah latihan kepemimpinan yang sesungguhnya,” tegasnya.

 

Sementara itu, Khoirul Anwari, pendiri TBM Rumah Buku Alam Jaro, mengingatkan tentang keadilan dalam berpikir sebagai dasar karakter seorang pemimpin. “Menjadi pemimpin berarti belajar adil sejak dalam pikiran. Bagaimana mungkin kalian menuntut anggota disiplin, jika kalian sendiri tidak menepati janji? Bagaimana bisa menjadi role model jika kalian tidak menjadi teladan dan tidak mampu mempengaruhi anggota? Keadilan itu tumbuh dari kebiasaan membaca dan refleksi diri,” ungkapnya, menegaskan keterkaitan antara literasi dan pembentukan karakter serta menyinggung ketidaksesuaian jumlah peserta di proposal kegiatan dan kenyataan. 

 

Perlu diketahui sesuai proposal jumlah peserta terpilih adalah 30 peserta namun saat pelaksanaan jumlah peserta hanya 20 peserta, hal ini tentu menjadi catatan agar ke depan persiapan harus benar-benar dilakukan dengan matang, meski semangat membara. Namun demikian hal tersebut tidak mengurangi dari esensi nilai pengkaderan.

 

Sebagai keynote speaker, Srie Norma Ningsih, pembina OSIS sekaligus pembina Paskibra SMKN 1 Pugaan membawa pesan kuat tentang semangat perjuangan dan militansi organisasi.

 

“Rekrut pengurus OSIS dengan orang yang mau belajar dan mau ditempa. Jangan rekrut mereka yang hanya mampu tapi tak mau berproses, mereka hanya akan menjadi beban organisasi. Karakter tidak tumbuh dari kemampuan, tapi dari kemauan, rekrut mereka yang mau diajak mendaki gunung, rekrut mereka yang mau diajak mengarungi samudera” pesannya, menegaskan filosofi kepemimpinan berbasis keikhlasan dan tanggung jawab.

 

Hari terakhir kegiatan dilaksanakan di TBM Rumah Buku Alam Jaro, tempat di mana para peserta merenungi arti kepemimpinan di tengah suasana alam yang tenang di antara hamparan sawah, pegunungan, dan gemericik sungai. Di sana, mereka belajar bahwa pemimpin yang kuat bukan hanya yang bisa memerintah, tetapi yang bisa mendengar, membaca, dan memahami.

 

LDKS tahun ini menjadi bukti bahwa SMKN 1 Muara Uya tidak hanya berfokus mencetak siswa terampil, tetapi juga menumbuhkan karakter pemimpin yang tangguh, mandiri, dan berintegritas.

 

“Karena karakter tidak lahir di ruang kelas saja, tapi di ruang-ruang perjuangan,di saat seseorang berani memilih jalan sulit dan tetap melangkah. Kapal nampak kuat dan gagah serta aman saat bersandar di pelabuhan, kapal dibuat tidak untuk bersandar tapi Kapal dibuat untuk mengarungi samudera. Percayalah, dengan mengikuti dang mengarungi organisasi mentalmu akan teruji” Tutup Srie Norma Ningsih yang juga didaulat untuk menutup kegiatan.  (Tim Jurnalistik Sekolah)


 















Guru SMKN 1 Muara Uya Tampil Percaya Diri di Lomba Bercerita Bahasa Banjar

 



Tabalong, 1 November 2025. Arief Setia Permana, guru bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Muara Uya, menunjukkan keberanian dan semangat luar biasa saat mengikuti Lomba Bercerita Guru dalam Bahasa Banjar tingkat SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong.

 

Yang membuat penampilannya istimewa, Arief bukanlah penutur asli bahasa Banjar. Pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini sehari-hari menggunakan bahasa Sunda. Namun hal itu tak menjadi penghalang baginya untuk tampil percaya diri di atas panggung, membawakan cerita dengan logat Banjar yang fasih dan penuh penghayatan.

 

Sebelumnya, Arief berhasil menyisihkan sejumlah peserta hingga masuk babak 5 besar. Meski belum berhasil meraih juara, keberaniannya mendapat apresiasi dari sekolah.

 

“Saya cuma ingin mencoba dan belajar menghargai bahasa daerah tempat saya mengabdi. Juara bukan tujuan utama, yang penting saya berani melangkah,” ujar Arief dengan senyum bangga.

 

Penampilan Arief menjadi contoh nyata semangat pantang menyerah dan mental khas para perantau, berani mencoba, berani tampil, dan terus belajar di mana pun berada. (Tim Jurnalistik Sekolah)









 

Mewujudkan SMK yang Menghasilkan Lulusan SMART, Mampu Membangun Desa Serta Berdaya Saing di Era Society 5.0