Monday, 10 March 2025

SMKN 1 Muara Uya Gelar Asesmen Sumatif Akhir Berbasis Digital, Cegah Kecurangan dan Tingkatkan Efektivitas

SMKN 1 Muara Uya melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Sekolah (ASAS) bagi seluruh siswa kelas XII mulai Senin (20/3/2025) hingga Kamis (24/3/2025). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini ujian mengadopsi sistem berbasis digital yang memungkinkan soal diacak oleh sistem, sehingga mengurangi potensi kecurangan serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan ujian.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Susi Susanti, menjelaskan bahwa penerapan sistem berbasis digital ini selaras dengan perkembangan teknologi serta kebijakan pendidikan yang mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

"Kami ingin membiasakan siswa dengan ujian berbasis aplikasi agar mereka lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun industri. Selain itu, dengan sistem digital, proses ujian menjadi lebih transparan, efisien, dan minim potensi kecurangan," ujar Susi Susanti.

Sejumlah siswa pun memberikan tanggapan beragam terkait pelaksanaan ujian ini. Muhammad Jimmy Maulana, siswa kelas XII TKR, mengaku bahwa sistem digital lebih praktis karena siswa hanya perlu membawa ponsel dan alat tulis ke sekolah. Ia juga menilai bahwa pengacakan soal oleh sistem membuat ujian lebih adil.

Sementara itu, May Saras Barokah dari kelas XII AKL menyebut bahwa meskipun metode yang digunakan masih sama seperti ujian tertulis sebelumnya, persiapan harus lebih matang agar tidak terjadi kendala teknis, seperti kejadian stag pada jam pertama ujian. Ia berharap seluruh siswa bisa lebih disiplin dalam mengikuti ujian agar hambatan teknis dapat diminimalkan.

Menanggapi kendala teknis yang sempat terjadi di awal pelaksanaan ujian, Lisda, selaku advisor program ini, menyatakan bahwa hambatan tersebut disebabkan oleh kualitas router yang kurang mendukung sehingga menyebabkan performanya menurun saat lebih banyak perangkat bergabung ke jaringan dan menggunakannya secara bersamaan hal ini menyebabkan jaringan kadang terputus secara tiba-tiba.

Senada dengan Lisda, Ketua Panitia, Nuriansyah, mengakui bahwa tantangan teknis menjadi perhatian utama dalam penerapan sistem digital ini. "Karena ini hal baru bagi tim panitia, ke depannya, persiapan pelaksanaan kegiatan perlu direncanakan dengan matang, termasuk sarana pendukungnya. Meski demikian, saya mengucapkan terima kasih kepada tim yang berjibaku menyiapkan segala sesuatunya dengan baik," ujarnya.

Asesmen Sumatif Akhir Sekolah ini menjadi penentu kelulusan siswa sebelum mereka melangkah ke jenjang berikutnya, baik dunia kerja maupun pendidikan tinggi. Dengan sistem digital yang diterapkan, diharapkan proses ujian dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman. (Chy/Lsd)

0 Comments:

Post a Comment

 

Mewujudkan SMK yang Menghasilkan Lulusan SMART, Mampu Membangun Desa Serta Berdaya Saing di Era Society 5.0